Analisis Media

Content Maker, Berebut Posisi di Mesin Pencari

Content Maker, Berebut Posisi di Mesin Pencari

Bagi pengguna online, pencarian data menggunakan kata kunci khusus di mesin pencari sangatlah penting. Bisa jadi gampang karena kata kunci yang dipilih berbalas dengan hasil pencarian efektif. Bisa jadi sulit lantaran kata kuncinya terlalu umum. Strategi ini dipegangi teguh para pembuat konten website atau biasa disebut, content maker.

Danang Munandar, seorang konsultan kebijakan, tampak sedang membaca koran nasional pagi itu. Tidak seperti pencari kerja yang langsung mencari halaman lowongan kerja, laki-laki kelahiran Kebumen alumnus Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi UMS tersebut sungguh-sungguh membaca halaman per halaman koran dengan saksama. Sesekali ia kembali membuka halaman sebelumnya, sekadar verifikasi data di halaman selanjutnya.

Tidak berapa lama, ia kemudian menyalakan komputer dan mulai browsing. Beberapa data pelengkap ia cari, berdasar isu yang telah berkembang. Terkadang, ia perlu membuka koran edisi sebelumnya, atau membuka buku referensi yang tak jauh dari meja kerjanya. Data-data itu sangat penting untuk mengerjakan tugas yang sesungguhnya. Ya, ia adalah penulis konten website.

Meski belum menjadi profesi umum, pembuat konten website mulai diminati beberapa kalangan semenjak internet mulai terjangkau semua kelas di masyarakat. Pekerjaan ini tidak membutuhkan kantor megah dengan plakat nama yang mahal. Content maker juga bisa bekerja semau waktu mereka, tergantung dead-line tulisan masuk. Asalkan ada internet, mereka dapat mengerjakan tulisan sembari tiduran, duduk di pinggir danau, atau bahkan di atas kendaraan umum yang penuh sesak.

Wajar saja bila ada yang Googling ‘danang munandar’, secara tidak langsung, ia kemudian membangun branding-nya sendiri sebagai konsultan politik. Tulisan, internet, dan branding menyatu dalam manajemen content making.

Target bisnis ini sebenarnya sangat sederhana. Bisnis content making dapat dikatakan berhasil bila dapat mengarahkan jutaan pengguna website untuk berkunjung pada link di mana tulisan dibuat. Misalnya untuk membuat bisnis usaha kecil dan menengah dapat dikenal luas, banyak-banyaklah menulis dengan kata kunci ‘bisnis usaha kecil’ dan ‘usaha kecil menengah’. Setelah tulisan banyak dipublikasikan online, dengan daya dukung pemrograman komputer mumpuni, mesin pencari akan menyimpan tulisan kita dan dibuka kepada yang membutuhkan.

Apalagi dengan menjamurnya media online yang ada, peluang content maker semakin besar. Sebab kini, sebagian masyarakat mulai tidak nyaman dengan berita yang disuguhkan. Masyarakat relatif memilih informasinya sendiri, tanpa mau diatur-atur. Bila sudah demikian adanya, pembuatan konten website menemukan momentumnya. Para penulis ringkas itu kemudian mengisi banyak website untuk mempromosikan sesuatu, atau minimal, memberikan pernyataan sikap tentang sesuatu.

Content is The King

Betapa penting peran konten bagi sebuah website. Tanpa konten, website hanya berisi tampilan grafis, yang bisa jadi, tak banyak yang menyukainya. Efek selanjutnya, website pun jarang dikunjungi. Sebab, konten akan dikreasi sedemikian rupa oleh mesin pencari, lantas terhubung dengan semua orang yang membutuhkan konten tersebut.

Institusi mana yang tidak membutuhkan tulisan? Semua orang membutuhkan kata yang diproduksi khusus untuk memikat sesuatu. Artinya, peran tulisan sangatlah penting bagi eksistensi website.

Sementara media yang dikreasi pun bisa bermacam-macam, mulai tabloid Jumat hingga raksasa media. Klasifikasi konten juga sangatlah banyak. Penulis adalah mahasiswa atau ibu rumah tangga, sangat memungkinkan untuk berpartisipasi. Asalkan tulisan dapat disampaikan pada segmen pembaca yang dimaui, lakulah para content maker. Mereka akan dicari karena kemampuan mereka berkomunikasi dengan banyak pengguna online.

Referensi dan rujukan menjadi bahan pokok dalam membuat konten website. Selanjutnya, improvisasi isu yang dikemas dalam skill menulis renyah berdasarkan kata kunci akan menjadi penentu selanjutnya. Latihan intens memberi kesempatan besar untuk mengeksplorasi responsivitas penulisan konten. Apalagi online dan cetak kan memiliki pembeda khusus. Bila tak pintar menyajikan informasi di media online, pengunjung akan segera meninggalkan website.

Danang berkisah, pembuatan konten tidak serta merta ditumpukan pada tulisan yang sudah dibuat. Untuk membuat satu tulisan diperlukan riset khusus dan singkat, dari berbagai media. Jadi di mana pun berada dan kapan pun berkesempatan memeroleh informasi baru, content maker harus terus mengumpulkan dan mengkreasi tulisan baru.

Sementara, peluang bisnis bermodal komputer dan internet ini sangatlah besar. Era informasi memberi peran penting bagi para content maker. Mereka tinggal memilih, isu apa yang akan diubah menjadi konten, tidak peduli apakah sang content maker memiliki kapasitas intelektual yang sama atau tidak.

Hal penting lain dari bisnis content maker adalah mengubah branding perusahaan mana pun menjadi sangat dikenal di online. Pembiayaan yang murah dengan target pembaca yang sangat luas akan memungkinkan pelayanan dengan kepuasan baik. Bila Anda ingin perusahaan atau bisnis Anda dikenal calon pembeli, bekerjasamalah dengan para content maker.