Daerah

Menikmati Teh Kayu Aro Ala Ratu Belanda

Menikmati Teh Kayu Aro Ala Ratu Belanda

Gunung Kerinci, siapa yang tak mengenal keindahan pemandangannya yang elok nan menawan. Hampir seluruh hamparan di lereng gunung yang terletak di Provinsi Jambi ini ditumbuhi teh beraroma segar.

Adalah Kayu Aro, sebuah kawasan indah berselimut kabut di kaki Gunung Kerinci yang memiliki hamparan padang teh menghijau. Kayu Aro dikenal sebagai penghasil teh sejak zaman Belanda. Bahkan teh terbaiknya saat itu selalu dikirim untuk minuman Ratu Belanda.

Cita rasa dan aroma adalah keunggulan yang dimiliki teh Kayu Aro. Karena keunggulan cita rasa dan aroma inilah, teh Kayu Aro digunakan beberapa produsen teh kemasan di Indonesia untuk bahan percampuran utama agar memeroleh cita rasa yang diinginkan. Hampir setiap tahun, perkebunan ini memproduksi teh hitam sebesar 5.500 ton yang sebagian besar diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, dan Asia Tenggara.

Perkebunan teh Kayu Aro dirintis antara tahun 1925-1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Selain dikenal sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia, perkebunan seluas 3.020 hektare ini merupakan perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia.

Mayoritas pemetik teh di kebun yang memiliki ketinggian 1.400-1.600 meter di atas permukaan laut ini adalah orang Jawa. Ya, inilah keunikan lain yang dimiliki Kayu Aro. Para pemetik teh di Kayu Aro adalah orang Jawa yang lahir di Kerinci. Konon, para orang tua mereka dibawa oleh Belanda untuk dijadikan pekerja rodi di kebun ini. Hingga kini, pemetik teh yang bekerja merupakan generasi kelima dari pekerja rodi di zaman penjajahan dulu.

Selain menikmati hamparan kebun teh, kita juga bisa berkunjung ke pabrik teh tua peninggalan Belanda. Melewati rumah villa peninggalan Belanda dan taman-taman penuh bunga di sepanjang jalan, kita akan melihat pabrik tua yang masih bekerja itu.

Bila Anda punya jiwa penjelajah rimba, Kayu Aro merupakan pijakan yang tepat untuk perjalanan menjelajahi Taman Nasional Kerinci Seblat, salah satu taman nasional terkemuka di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berada di Kerinci. Bagi pencinta alam yang ingin mendaki gunung, hanya perlu berjalan kaki sejauh satu kilometer ke pintu rimba. Untuk mencapai Kayu Aro, wisatawan bisa menggunakan mini travel bus dan memerlukan perjalanan 10-12 jam dari Jambi.

Bagi wisatawan yang ingin menginap, tak perlu khawatir. Di Kayu Aro, tersedia homestay sederhana dan murah di rumah penduduk. Harganya yang bersahabat dan tempatnya yang strategis karena tepat berhadapan dengan Gunung Kerinci tantu sangat sayang untuk dilewatkan.

Hamparan teh dengan Gunung Kerinci yang menjulang biru di belakangnya sungguh menyejukkan mata. Udara dingin dan pagi yang hampir selalu berkabut tentu membuat liburan di Kayu Aro menjadi sangat menyenangkan. Apalagi di pagi yang dingin kita bisa menikmati secangkir teh ala Ratu Belanda.