Daerah

Pulau Dodola: Panorama Nan Indah Indonesia Timur

Pulau Dodola: Panorama Nan Indah Indonesia Timur

Dodola menjadikan sensasi pelesir berbeda. Selain diyakini sebagai tempat rekreasi MacArthur, pulau ini berpasir putih. Pasir putih halus menghampar di bibir pantai menghadap Pulau Morotai. Sementara pasir putih kasar memenuhi bibir pantai yang menghadap Pulau Halmahera. Silakan berjemur. Tinggal pilih saja tempat yang paling nyaman.

Membayangkan gaya MacArthur semasa Perang Dunia II sedang berjemur, menikmati hamparan pasir putih Dodola. Hal itu terlintas ketika berkunjung ke Pulau Dodola. Kenangan Perang Dunia II menjadi pesona tersendiri di pulau yang konon pernah digunakan sebagai tempat beristirahat tentara Sekutu. Dodola katanya menjadi salah satu tempat favorit Jenderal MacArthur.

Dodola terdiri dari dua pulau, Dodola Besar yang luasnya 948.283 m² dan Dodola Kecil seluas 121.653 m². Kedua pulau ini masih dipertahankan keasriannya, dengan tidak ada satu pun warga yang tinggal di sana. Di Pulau tak berpenghuni ini tersedia tiga penginapan yang dikelola pemerintahan daerah setempat sebagai persinggahan wisatawan domestik dan mancanegara.

Pulau Dodola hanya berjarak 5 mil dari Daruba, ibu kota kabupaten Morotai. Dari Daruba perjalanan ke Dodola dapat dilakukan dengan menyewa speedboat selama kurang lebih 20 menit. Perahu motor merapat di dermaga kecil, terbuat dari kayu. Tidak perlu takut, karena dermaga didesain kuat untuk persinggahan perahu yang singgah ke Dodola. Selain memudahkan akses ke Dodola, adanya dermaga dapat menambah kesan romantisme salah satu pulau andalan masyarakat Morotai ini.

Setiba di Dodola, banyak pilihan aktivitas yang dapat dipilih. Salah satunya, mandi sinar matahari di bibir pantai. Apalagi Dodola kaya akan pasir yang unik. Di pulau ini terdapat pasir halus dan kasar, karena dipengaruhi ombak Laut Halmahera. Melihat wisata bawah air juga tak kalah indah. Terumbu karang yang masih utuh dan ikan hias berbagai jenis. Dodola sangat cocok bagi penggemar snorkeling dan diving.

Bagi yang tidak suka berenang, suguhan lain telah menanti, yakni berjalan kaki menjelajahi pulau. Sepanjang perjalanan, panorama alam sekitar yang didominasi warna biru laut akan tersuguh menawan. Tidak hanya warna biru, Dodola juga memiliki pohon-pohon untuk berteduh.

Wisatawan yang beruntung, datang saat air laut surut, akan dikejutkan dengan jembatan alam yang terbuat dari pasir. Jembatan itu akan menghubungkan Dodola Besar dan Dodola Kecil. Bila berjalan di jembatan pasir ini, seolah mampu membelah lautan ganas, menuju salah satu wisata bahari terindah di Morotai.

Ketika air laut surut, pengunjung dapat melihat batu kopi. Sesuai dengan namanya, batu ini menebar bau harum khas kopi. ‘Fasilitas ekstra’ ini akan memuaskan pengunjung dan terus mengagumi Dodola sebagai pesona yang tidak akan didapatkan di pulau lain.

Dodola juga terkenal dengan sajian kuliner ikan kerapu yang siap dilahap ketika bersantai di pinggir pantai. Jangan bingung bagaimana mendapatkan ikan. Wisatawan dapat langsung membelinya dari nelayan yang memancing di sekitar Dodola. Ikan bakar segar berpadu semilir angin laut dan sejuta pesona Dodola membuat siapa pun selalu ingin kembali ke sana.

Menapaki pulau tak berpenghuni yang bebas dari sampah dan kebisingan kota menjadi tawaran tersendiri. Sejauh mata memandang, tersaji ombak, desir angin, dan laut biru yang setia menemani pengunjung menghabiskan hari. Di penghujung sore, matahari yang terbenam di ufuk barat memamerkan pesonanya. Warna biru dengan rona jingga kemerahan menyemburat di belahan bumi barat, bersamaan dengan menghilangnya matahari ditelan lautan luas. Dan terbayarlah perjalanan panjang menuju pulau unik tak berpenghuni itu dengan sempurna.