Daerah

Snorkeling & Diving di Morotai

Snorkeling & Diving di Morotai

Morotai kaya akan wreck sisa-sisa Perang Dunia II. Kebanyakan peralatan perang ditelantarkan di darat dan sebagian besar ditenggelamkan karena kekalahan Jepang. Pesona benda yang terkubur dalam lautan dengan kedalaman bervariasi menyajikan wisata bawah laut yang luar biasa.

Menikmati Morotai dengan skin diving atau snorkeling dapat dilakukan di sepanjang bibir pantai morotai. Dengan kedalaman sekitar satu meter penikmat snorkeling dapat melihat pemandangan bawah laut yang berseliweran. Dari sini, pengunjung dapat melihat beragam biota dan tetumbuhan laut yang berwarna-warni.

Menjelajahi perairan dangkal Morotai menawarkan sensasi unik. Berbagai bentuk karang dapat dijumpai masih utuh dengan tebaran plankton di sana-sini. Kenikmatan snorkeling semakin terasa ketika menyambangi Pulau Dodola dan Ngelengele Besar. Di sana akan ditemui ikan jenis Sweet Lips yang hidup di antara terumbu karang. Apalagi snorkeling tidak memerlukan biaya banyak; cukup berkekal masker, fin, dan snorkel.

Jika ingin yang lebih menantang, pencinta wisata air dapat memilih scuba diving atau menyelam untuk kenikmatan kehidupan bawah laut. Dengan visibility yang cukup bagus, Lapangan Pante akan menjadi pilihan bagi pencinta wreck diving. Sebelum menuju ke Lapangan Pante, wisatawan akan melewati bekas tujuh jalur landasan pacu dengan panjang masing-masing 3 kilometer. Landasan pacu ini turut menjadi saksi ingar-bingar Perang Dunia II.

Kalau tidak mau direpotkan dengan peralatan diving, pengunjung cukup menyewanya di lokasi. Bahkah kalau membutuhkan pemandu untuk diving, tenaga ahli telah disiapkan manajemen Lapangan Pante, terletak di Kampung Wana.

Mengapa Lapangan Pante dipilih menjadi lokasi dive site? Sebab, tempat ini memang kaya dengan peninggalan Perang Dunia II. Dengan menyelam di kedalaman sekitar 15-20 meter dapat ditemukan benda-benda seperti tank, truk, dan jeep. Tidak hanya kendaraan tempur, meriam juga masih dapat ditemukan. Barang-barang tersebut terkubur di dasar laut sejak Perang Pasifik. Kini, barang-barang itu menjadi rumah bagi ikan dan penghuni laut lainnya.

Di sisi lain, penggemar wreck diving dapat pula menemukan bangkai pesawat terbang. Bagian pesawat seperti baling-baling pesawat dapat dijumpai. Terkadang, bentuknya memang tidak utuh lagi, termakan usia.

Berbagai macam barang lawas ini tentu bukan alasan untuk tidak mengaguminya, atau hanya menganggapnya sebagai rongsokan. Pesona dan kegagahan benda-benda itu seolah tak lekang oleh waktu. Pengunjung seperti tidak bosan-bosannya menikmati suasana bercita rasa Perang Dunia II di bawah laut.

Kenikmatan menyelam di Lapangan Pante tidak hanya sampai pada kedalaman 20 meter. Dengan keterbatasan tabung oksigen, pengunjung tetap dimanjakan dengan pesona wreck pada kedalaman hingga 50 meter. Semakin menyelam ke dasar laut maka semakin gelap, karena cahaya matahari tidak sampai ke kedalaman ini. Pemandangan di dalamnya pun semakin indah dengan biota air yang bervariasi.

Selamat menikmati pemandangan air yang hanya Anda jumpai di perairan Morotai.